Sabtu, 16 Januari 2016

BAB 27 Materi Biologi SMP


Bioteknologi Reproduksi

Teknologi reproduksi telah dikembangkan pada hewan, tumbuhan, bahkan manusia. Teknologi reproduksi pada hewan dan tumbuhan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia seperti bahan makanan yang lebih baik dan keseimbangan populasi dengan cara menghindari kepunahan suatu spesies.
Beberapa jenis bioteknologi reproduksi adalah sebagai berikut.
a. Inseminasi Buatan

Inseminasi buatan adalah cara untuk memasukkan sperma hewan jantan ke dalam organ reproduksi betina dengan menggunakan alat tertentu. Nama lain dari inseminasi buatan ini adalah kawin suntik. Tujuan dilakukannya inseminasi buatan ini adalah sebagai berikut.
1) Meningkatkan kualitas keturunan.
2) Memudahkan pengaturan proses perkawinan.
3) Menghindari kelangkaan hewan jantan yang termasuk bibit unggul.
4) Meningkatkan tingkat reproduksi hewan.
b. Bayi Tabung (Fertilization in Vitro)

Tidak semua pasangan suami istri mampu menghasilkan keturunan. Penyebabnya dapat berbagai hal mulai masalah ovulasi, tersumbatnya tuba falopii, dan jumlah sperma terlalu sedikit. Dengan perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran, sebagian masalah itu telah ada jalan keluarnya. Bayi tabung merupakan salah satu jalan keluar untuk memecahkan masalah ketidaksuburan (infertilitas). Tetapi cara ini akan menghabiskan biaya yang mahal. Bayi tabung mulai populer pada tahun 1978, dengan tes pertama di dunia.
Sperma dan telur berasal dari pasangan yang ingin melakukan program bayi tabung. Di beberapa negara sel telur dan sperma disediakan oleh lembaga tertentu dan orang yang memiliki uang dapat memilih calon ibu atau ayah dari bayi yang ingin dilahirkan. Empat langkah dasar dari program bayi tabung adalah sebagai berikut.
1) Menggunakan obat untuk membuat folikel menjadi banyak di dalam ovarium. Seperti kamu ketahui bahwa ovarium yang normal hanya menghasilkan satu sel telur setiap bulannya. Jika folikel yang berkembang dalam ovarium lebih banyak, maka sel telur yang dihasilkan juga lebih banyak.
2) Memantau perkembangan folikel dengan ultrasonografi untuk mengetahui perkembangan telur dalam ovarium dan lapisan uterus. Setelah folikel dan lapisan uterus matang, baru hormon HCG (Human Chorionik Gonadotropin) diberikan sebagai pemicu.
3) Setelah 36 jam dari pemberian pemicu, kondisi telur dipantau kembali dengan ultrasonografi.
4) Spesimen sperma disiapkan dan dicuci terlebih dahulu. Setelah dicuci kemudian sperma ditempatkan dengan sel telur dan disimpan dalam inkubator selama 18 jam. Setelah 18 jam akan dilihat normal atau tidaknya fertilisasi di bawah mikroskop. Jika normal akan disimpan pada inkubator sampai embrio menjadi multiseluler.
Tahap berikutnya adalah memindahkan embrio ke dalam uterus. Jumlah embrio yang dipindahkan dapat lebih dari satu. Meskipun memungkinkan lebih dari satu embrio yang ditempatkan di rahim, tetapi tergantung kondisi rahimnya.
c. Kloning

Kloning adalah teknik atau metode reproduksi secara aseksual yang menggunakan sel tubuh (sel somatik) makhluk hidup. Klon atau keturunan yang dihasilkan memiliki kesamaan gen dengan induknya. Para ilmuwan awalnya melakukan teknik kloning pada katak dan salamander awal tahun 50-an. Pada tahun 1996, seorang ilmuwan sains Inggris, Ian Wilmut menggunakan prosedur yang sama untuk mengkloning domba, nama domba itu adalah Dolly.
Sejak Dolly berhasil dikloning, ilmuwan dari berbagai penjuru dunia mencoba melakukan kloning terhadap hewan lain dengan teknik yang sama. Dewey adalah rusa ekor putih pertama hasil kloning di Universitas Texas. Dewey adalah seekor rusa berekor putih Odocoileus virginianus. Rusa ini merupakan rusa kloning pertama di dunia. Rusa tersebut berkembang normal dan saat muda minum susu dari botol. Sebagai bahan kloning, diambil dari sel-sel kulit rusa jantan. Para peneliti mengambil inti sel kemudian memasukkannya dalam rahim seekor rusa betina. Keberhasilan kloning ini diharapkan dapat menghindarkan rusa jenis ini dari ancaman kepunahan.
Kuda pertama hasil kloning diberi nama Prometea. Prometea dilahirkan oleh induk yang sekaligus juga donor DNA-nya. Prometea dikloning dari sel kulit induknya, seekor kuda pekerja kecil jenis haflinger. Nukleus dari sel kulit itu kemudian ditanam pada sel telur kuda lain yang sudah dibuang nukleusnya. Sel yang mulai membelah kemudian dikembalikan ke rahim induknya.
Selain rusa dan kuda, kloning juga dicobakan pada anjing. Suatu tim yang beranggotakan 11 orang berhasil mengkloning anjing untuk pertama kalinya. Drh Yuda Heru Fibrianto adalah salah satu anggota tim yang berasal dari Indonesia. Proyek kloning ini membutuhkan waktu selama 2 tahun 8 bulan. Proses kloning anjing adalah sebagai berikut.
1) Membuat biakan sel dari kulit anjing yang akan dipakai sebagai donor sel. Kulit anjing diambil sedikit dan dibiakkan dalam cawan petri. Setelah berkembang disimpan dalam suhu 150°C.
2) Persiapan mengambil sel telur dari anjing yang sudah diovulasikan dengan cara melihat keadaan sel-sel vagina dan kadar hormon progesteron dalam darah.
3) Melakukan kloning pada sel telur, dengan cara menghilangkan inti dari sel telur tersebut dan diganti dengan satu sel yang telah dibiakkan dari sel donor.
4) Menyatukan sel yang berasal dari kulit dengan sel telur yang telah hilang intinya dengan listrik sebesar 3 – 3,5 kV/cm di dalam plat dari baja putih yang sejajar dan dalam media manitol.
5) Implantasi yaitu memasukkan sel telur yang telah bersatu ke dalam rahim anjing lain dengan cara operasi.
6) Pemeriksaan kehamilan dengan ultrasonografi (USG) 22 hari kemudian. Guna memastikan terjadinya kehamilan ditunggu lagi sampai hari ke-60.
Meskipun bioteknologi memberi manfaat yang banyak bagi kesejahteraan manusia, bioteknologi juga membawa dampak buruk. Contohnya adalah pengembangan senjata biologis, ancaman kerusakan lingkungan dan ketidakseimbangan ekosistem, serta gangguan kesehatan.

 Sumber :


https://fembrisma.wordpress.com/science/bioteknologi/bioteknologi-reproduksi/





BAB 26 Materi Biologi SMP



SISTEM INDRA PADA MANUSIA


1. Indra Penglihatan (Mata)
Bagian-bagian dari bola mata beserta fungsinya.

No.
Bagian Mata
Fungsi
1.
Sklera
Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis.
2.
Kornea
Menerima rangsang cahaya.
3.
Koroidea
Penyedia makanan bagi bagian mata yang lain.
4.
Iris
Melindungi refleksi cahaya dan mengendalikan kerja pupil
5.
Pupil
Mengatur banyak sedikitnya cahaya yang diperlukan mata
6.
Lensa
Membiaskan dan memfokuskan cahaya agar bayangan benda tepat jatuh di retina
7.
Aqueous Humour
Cairan encer untuk menjaga bentuk kantong dalam bola mata
8.
Vitreous Humour
Cairan bening dan kental untuk meneruskan rangsang ke bagian mata
9.
Retina
Menerima bayangan dan untuk melihat benda
10.
Fovea
Tempat bayangan jatuh pada daerah retina
11.
Badan Silia
Menyokong lensa dan mensekresikan aqueous humour
12.
Bintik Buta
Bagian yang tidak peka terhadap cahaya
13.
Saraf Mata
Meneruskan rangsang cahaya ke saraf optic



Cahaya masuk kedalam mata melalui urutan sebagai berikut:
Kornea --> Aqueous Humour --> Pupil --> Lensa --> Vitreous Humour --> Retina
2. Indra pendengar (Telinga)

Bagian-bagian telinga beserta fungsinya.
No.
Bagian Telinga
Fungsi
1.
Daun telinga
Mengumpulkan dan menyalurkan gelombang bunyi
2.
Saluran telinga
Mengonsentrasikan gelombang suara
3.
Rambut
Menahan dan menjerat kotoran
4.
Kelenjar minyak
Meminyaki dan menehan kotoran
5.
Membrane timpani
Menangkap getaran bunyi dan menyalurkannya ke tulang-tulang pendengaran
6.
Tulang pendengaran
Menghubungkan telinga luar dan telinga dalam
7.
Rumah siput (koklea)
Meneruskan rangsang getaran bunyi
8.
Organ korti
Meneruskan getaran bunyi ke saraf auditori
9.
Tiga saluran setengah lingkaran
Alat keseimbangan tubuh


Mekanisme kerja indra pendengaran sebagai berikut:
Getaran Suara --> Daun Telinga --> Saluran Telinga --> Membran Timpani --> Maleus --> Inkus --> Stapes --> Koklea --> Organ Korti --> Sel Saraf Auditori --> Otak
3. Indra Perasa dan Peraba (Kulit)
            Reseptor pada kulit adalah sebagai berikut:
1) Korpuskula Paccini, merupakan marupakan sraf perasa tekanan kuat
2) Ujung saraf sekeliling rambut, merupakan saraf peraba
3) Korpuskula Ruffini, merupakan saraf perasa panas
4) Ujung saraf Crausse, merupakan saraf perasa dingin
5) Korpuskula Meissner, merupakan saraf perasa nyeri
6) KorpuskulaMerkel, merupakan saraf perasa sentuhan dan tekanan dingin


Gbr reseptor pada inrda perasa
4. Indra Pengecap (Lidah)
Indra pengecap ada manusia adalah lidah. Pada ujung lidah mengecap peka terhadap rasa manis. Tepi lidah pengecap peka terhadap rasa asin dan asam. Sedangkan pada pangkal lidah, peka terhadap rasa pahit.


5. Indra Penciuman (hidung)
Indra penciuman pada manusia adalah hidung. Di dalam hidung terdapat saraf olfaktori yang menerima rangsang berupa bau.


Sumber :
http://sidrapth.blogspot.co.id/2012/12/sistem-indra-pada-manusia.html